Thursday, December 8, 2016

Jenis Pencemaran Dari Kapal

JENIS PENCEMARAN DARI KAPAL
Oleh : Ihsan Sahri, A.Md.Pel
A.    Dasar Hukum
1.      UU No. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran;
2.      PP No. 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan;
3.      PP No. 21 Tahun 2010 Tentang Perlindungan Lingkungan Maritim;
4.      Keppres No. 46 Tahun 1986 tentang Pengesahan Marpol 73/78 (Annex I dan II);
5.      Perpres No. 29 Tahun  2012 tentang Pengesahan Annex III, IV, V, dan VI Marpol 73/78;
6.      Kepmenhub No.215 Tahun 1987 tentang Pengadaan Fasilitas Penampungan Limbah dari Kapal;
7.      Permenhub Nomor KM.29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim;
8.      International Maritime Dangerous (IMDG) Code.
B.     Pencemaran Lingkungan yang Bersumber dari Kapal
1.      Minyak;
2.      Bahan cair beracun;
3.      muatan bahan berbahaya dalam bentuk kemasan;
4.      kotoran;
5.      sampah;
6.      udara;
7.      air balas, barang dan bahan berbahaya bagi lingkungan yang ada di kapal.
C.     MARPOL 73/78
1.      Annex I Pencemaran oleh minyak Mulai berlaku 2 Oktober 1983;
2.      Annex II Pencemaran oleh Cairan Beracun (Nuxious Substances) dalam bentuk Curah Mulai berlaku 6 April 1987;
3.      Annex III Pencemaran oleh barang Berbahaya (Hamful Sub-Stances) dalam bentuk Terbungkus Mulai berlaku 1 Juli 1991;
4.      Annex IV Pencemaran dari kotor Manusia /hewan (Sewage) diberlakukan 27 September 2003;
5.      Annex V   Pencemaran Sampah Mulai berlaku 31 Desember 1988;
6.      Annex VI Pencemaran udara  mulai berlaku 19 Mei 2005;
D.    Pencemaran Minyak
1.      muatan minyak;
2.      bahan bakar minyak;
3.      kotoran minyak (bilge); dan
4.      campuran sisa-sisa minyak dengan cairan lain seperti air (pencucian tanki minyak).
E.     Zat Cair Beracun
Bahan kimia dibagi dalam 4 kategori (A,B,C, dan D) berdasarkan derajad toxic dan kadar bahayanya.
1.      Kategori A : Sangat berbahaya (major hazard). Karena itu muatan termasuk bekas pencuci tanki muatan dan air balas dari tanki muatan tidak boleh dibuang ke laut.
2.      Kategori B : Cukup berbahaya, Kalau sampai tumpah ke laut memerlukan penanganan khusus (special anti pollution measures).
3.      Kategori C : Kurang berbahaya (minor hazard) memerlukan bantuan yang agak khusus.
4.      Kategori D : Tidak membahayakan, membutuhkan sedikit perhatian dalam menanganinya.
F.      Barang Berbahaya Dalam Bentuk Kemasan
International Maritime Dangerous Good  Code mengatur tata cara penanganan bahan/barang berbahaya di lingkungan kerja pelabuhan sebagai pedoman untuk kegiatan bongkar/muat, pemindahan, penumpukan, penyerahan da penerimaan yang mencakup  standar rinci tentang pengepakan, penandaan, pelabelan, dokumentasi, penyimpanan, pembatasan kuantitas, pengecualian dan pemberitahuan untuk mencegah pencemaran oleh zat berbahaya.
G.    Klasifikasi Barang/ Bahan Berbahaya
1.      Klas 1 : Bahan/Barang Peledak (Explosives);
2.      Kelas 2 : Gas-gas yang dimanfaatkan, dicairkan atau dilarutkan dengan tekanan (Gases compressed, liquefied or dissolved under pressure);
3.      Kelas 3 : Cairan mudah menyala/terbakar (Flammable liquids);
4.      Kelas 4 : Bahan/barang padat mudah menyala/terbakar (Flammable solid);
5.      Kelas 5 : Barang/bahan pengoksidir (oxidizing agents);
6.      Kelas : 6 Bahan/barang beracun (poisonous/toxit) & Bahan/barang yang mudah menular (infectious subtances);
7.      Kelas 7 : Bahan/barang radioaktif  (radioactive materials);
8.      Kelas 8 : Bahan/barang perusak (Corrosives);
9.      Kelas 9 : Bahan/barang dari jenis yang lain (miscellaneous dangerous subtances).
H.    Kotoran dan Sampah
1.      Kotoran dari kapal adalah : Kotoran-kotoran dari toilet, WC, Urinal, ruang perawatan, kotoran hewan, serta campuran dari buangan tersebut..
2.      Sampah kapal adalah : Semua jenis sisa-sisa makanan, bahan-bahan buangan rumah tangga dan bahan-bahan lainnya, tidak termasuk ikan segar dan bagian-bagian lain yang terjadi selama pengoperasian kapal.
I.       Pencemaran Udara
1.      Emisi gas buang dari kapal, menetapkan standar dan kontrol emisi yang lebih ketat terhadap oksida sulfur dan emisi nitrogen oksida dari knalpot kapal.
2.      Peralatan sistem pendingin dan pemadam kebakaran yang tidak menggunakan bahan perusak lapisan Ozon.
J.       Kapal Dilarang Membuang Bahan Pencemar
1.      Limbah operasional kapal yang meliputi:
a.       Sisa minyak kotor;
b.      Sampah;
c.       Kotoran manusia.
2.      Bahan Lain:
a.       Air ballast;
b.      Bahan kimia berbahaya dan beracun;
c.       Bahan yang mengandung zat perusak ozon.
K.    Pembuangan Limbah Dari Kapal
1.      Setiap kapal dilarang melakukan pembuangan limbah, air balast, kotoran, sampah, serta bahan kimia berbahaya dan beracun ke perairan, kecuali telah sesuai dengan syarat yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang undangan
2.      Limbah dan bahan lainnya wajib di tampung dan dipindahkan ke fasilitas penampungan yang ada di pelabuhan atau terminal khusus.






No comments:

Post a Comment